Jaga Stabilitas Harga Pangan Jelang Idul Fitri, Operasi Pangan Bersubsidi Digelar di Plaza Kecamatan Tarumajaya, Begini Kata Camat Dede Mauludin

MATAJABAR.COM, TARUMAJAYA – Salah satu upaya Pemerintah daerah Provinsi Jawa Barat menekan kenaikan harga bahan kebutuhan pokok menjelang hari lebaran Idul Fitri adalah memberikan subsidi melalui operasi pasar bersubsidi (OPADI) yang akan digelar secara serentak di 27 Kabupaten dan kota di Jawa Barat pada 1-5 April 2024 mendatang.

Kecamatan Tarumajaya, wilayah terujung di bagian utara Kabupaten Bekasi menjadi salah satu bagian dari Pemda Provinsi Jabar yang turut serta melaksanakan OPADI seperti yang dicanangkan penjabat (PJ) Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin dalam membantu masyarakat mendapatkan pangan dengan harga wajar.

Sejalan dengan hal itu, Camat Tarumajaya, Dede Mauludin HS menyampaikan apresiasinya terhadap antusias masyarakat yang memanfaatkan tebus pangan bersubsidi tersebut yang dilaksanakan di Plaza Kecamatan Tarumajaya Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Pada Selasa 2/4/24.

“Ini merupakan Upaya Pemerintah bersama Dinas Perdagangan dan Bulog dalam menjaga stabilitas harga bahan pangan yang menjulang tinggi menjelang datangnya hari Raya Idul Fitri, semoga OPADI ini dapat membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga yang wajar.” Ucapnya saat dikonfirmasi MATAJABAR.COM.

Dalam Opadi tersebut, Kecamatan Tarumajaya mendapat 1723 Paket yang terdiri dari  beras premium kemasan 5 kilogram, gula pasir premium kemasan 2 kilogram, dan minyak goreng premium kemasan 2 liter. 

Untuk pendistribusiannya, dari 1723 paket di salurkan secara merata kepada masyarakat melalui 7 Desa dan 1 Kelurahan.

Pantauan media dari sejumlah sumber, harga normal paket tersebut diperkiran mencapai kisaran harga Rp146.000. Namun setelah disubsidi, masyarakat dapat membelinya dengan harga Rp. 101.000 atau mendapat subsidi sekitar 45.000 Rupiah.

Hanya saja, berbeda dengan program subsidi pangan murah, OPADI yang dilaksanakan di Plaza Kecamatan Tarumajaya mendapat keluhan dari masyarakat yang mengantri lantaran tidak adanya personil Bulog yang memasukan input data penerima manfaat lewat aplikasi web OPADI

Selanjutnya antisipasi antrian panjang, personil dari Kecamatan Tarumajaya berinisiatif membantu memvalidasi data ribuan masyarakat yang mengantri mendapatkan pangan bersubsidi tersebut sehingga proses pendistribusian berjalan lancar. (Tahar)

Pos terkait