Ratusan Warga Ruko Asia Tropis Dan Mega Boulevard Harapan Indah Ramai-Ramai Unjuk Rasa Tolak Gate Parking System

Aksi penolakan warga Ruko Asia Tropis dan Mega Boulevard Harapan Indah Bekasi, Menolak adanya rencana penerapan Gate Parking System yang dinilai akan merugikan pelaku usaha UMKM

MATAJABAR.COM, BEKASI – Dinilai sangat merugikan, Ratusan Warga Ruko Asia Tropis dan Mega Boulevardo Harapan Indah Bekasi menggelar aksi unjuk rasa menolak adanya Gate Parking System yang di kelola oleh Developer Hasanah Damai Putra (HDP) melalui PT Central Park Citra Corpora di kawasan Ruko Asia Tropis dan Mega Boulevard Harapan Indah Bekasi, Desa Pusaka Rakyat Kecamatan Tarumajaya Kabupaten Bekasi, Selasa 22/3/22

Aksi unjuk Rasa yang di pusatkan di Galery Marketing Damai Putra Group Kota Bekasi selain mendapat dua pengawalan dari Polsek Tarumajaya dan Polsek Medan Satria, juga terlihat jajaran personil dari Polres Metro Bekasi turut serta memantau jalannya aksi penolakan yang diikuti dengan penuh antusias oleh ratusan warga setempat.

Ketua RW, Yudi V Sukma di dampingi Ketua RT 003, Hartono dan Ketua BPD Desa Pusaka Rakyat, Sulstiyo saat memberikan keterangannya terkait aksi unjuk rasa penolakan Gate Parking System Di Kawasan Ruko Asia Tropis Harapan Indah Bekasi.

Ketua Rukun Warga (RW) 023 Cluster Asia Tropis, Yudhi V Sukma  yang membawahi 2 RT dilingkungan RT 001 dan 002 dengan tegas menyatakan penolakannya terkait rencana penerapan Gate Parking System yang dinilai sangat merugikan warga serta pemilik usaha di Ruko Asia Tropis dan Mega Boulevard Harapan Indah.

“Ini jelas terindikasi adanya pemaksaan kehendak tanpa lebih dulu melibatkan warga dan pemilik Ruko” ujar Yudhi saat dikonfirmasi MATAJABAR.COM seusai melakukan mediasi bersama Manajemen HDP

Kata dia, sejak awal rencana Gate Parking akan diterapkan, pihak developer sama sekali tidak pernah memberi konfirmasi persetujuan warga dan pemilik Ruko

“Mereka betul-betul memaksakan adanya Gate Parking tanpa adanya persetujuan kami, konfirmasi kami dan tanpa Kordinasi dengan pengurus RT-RW tau-tau mereka mau pasang, cobalah mereka pakai hati nurani karena kami semua khawatir akan dampak yang ditimbulkan bila penerapan Gate Parking di terapkan, ini bakalan sepi pembeli dan memberatkan warga“ papar Yudhi didampingi Ketua BPD Desa Pusaka Rakyat, Sulistiyo.

Pemilik usaha di Ruko Asia Tropis Harapan Indah Membentangkan Spanduk Penolakan penerapan Gate Parking System

Sementara Hartono, Ketua RT 003 selaku pemilik salah satu Ruko Asia Tropis mengaku terkejut dengan antusias warga di cluster maupun Ruko Asia Tropis yang turut berpartisipasi turun kejalan untuk melakukan aksi unjuk rasa penolakan, terlebih warga Ruko Mega Boulevard juga melakukan hal yang sama untuk berunjuk rasa

“Ini membuktikan bahwa kami semua menolak, ada sekitar 260 Ruko yang terancam akan sepi bila Gate Parking diberlakukan, apalagi kebanyakan dari kami hanya pelaku UMKM” Terang Hartono Agen JNE dalam keterangannya di Plus Minus Cafe

Katanya lagi, sejak awal developer sudah membuat spanduk bebas parkir di area tersebut, bila kenyataannya akan diterapkan Gate Parking System, tentunya itu merupakan hal yang sangat mengecewakan dan jadi pembohongan.

“Kami semua berharap penerapan sistem parkir berbayar ditiadakan” pintanya.

Konsolidasi pengamanan dipimpin Kapolsek Medan Satria, Kompol Yudho Anto Hutri

Pantauan MATAJABAR.COM, aksi penolakan berjalan lancar dan kondusif. Namun hasil mediasi antara warga dan pihak developer  yang di fasilitasi oleh Kapolsek Medan Satria, Kompol Yudho Anto Hutri tidak mencapai hasil kesepakatan.

Selain itu terlihat hadir dalam pengamanan pengawalan aksi penolakan warga, Plh Kapolsek Tarumajaya, IPTU Sukatman didampingi Kanit Intel, IPDA M. Fauzy dan Kanit Sabhara IPDA Nrimo

(Tahar)

Pos terkait