Sekjen SIRA Minta DBMSDA Tegas, Bongkar Pemasangan U-ditch di PUP Yang Dikerjakan Asal Jadi

MATAJABAR.COM. KOTA BEKASI – Daerah Perumahan PUP (Pondok Ungu Permai), Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, merupakan daerah yang rawan banjir apabila musim hujan datang, diduga karena infrastruktur drainase yang kurang layak, untuk mengatasi hal ini Pemerintah Kota Bekasi, lewat Dinas DBMSDA ( Dinas Bina Marga Sumber Daya Air) membuat sejumlah saluran air yang dikerjakan pihak ke-3 dengan memakai anggaran APBD Tahun 2021.

Akan tetapi sangat disayangkan, proyek yang didanai oleh pemerintah, dan sangat penting untuk masyarakat ini, diduga tidak dikerjakan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan Dinas.

Salah satu contohnya adalah proyek pembuatan drainase yang berlokasi di RT.09 RW.09, Kelurahan Kaliabang Tengah,Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, yang pada pelaksanaanya diduga tidak mencantumkan plang/papan proyek yang berisi informasi nama kegiatan, asal anggaran, jumlah anggaran, perusahaan yang mengerjakan, dan batas waktu pengerjaan.

hal ini jelas melanggar Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Nomer 14 Tahun 2008, yang berbunyi bahwa setiap warga Negara berhak untuk mendapatkan informasi dan berkomunikasi.

Selain itu pemasangan U-dittch pun diduga tidak sesuai spesifikasi, karena saluran yang akan di pasang U-dittch masih tergenang air, dan tidak menggunakan lantai kerja, yang salah satu fungsinya untuk meratakan lantai, agar pemasangan U-dittch pas dengan setelannya, dan elevasi dapat terkontrol.

Menanggapi hal tersebut Saut Nainggolan Sekjen LSM Suara Indepedent Rakyat Adil (SIRA) pekerjaan seperti ini sia-sia, dan menghamburkan uang Negara,

“Saya yakin dengan tidak dipakainya lantai kerja, hasilnya elevasi tidak akan dapat terkontrol, pemasangan U-dittch tidak akan sempurna dan berfungsi dengan baik, air akan mengenang dan tidak akan mengalir, itu berarti pekerjaan ini sia-sia, dan menghamburkan uang Negara” ujarnya Selasa (30/11/2021).

Saut juga menjelaskan selain pemasangan U-ditch asal-asalan, keselamatan pengguna jalan tidak diperhatikan dalam kegiatan tersebut dikarenakan lumpur dilokasi terlihat berserakan yang mengakibatkan jalan menjadi licin. Dia meminta DBMSDA bersikap tegas untuk membongkar pemasangan U-ditch yang dikerjakan asal jadi tersebut.

“Dikenakan sangsi pemotongan saja oleh Dinas belum cukup untuk mengatasi hal ini, U-ditch nya harus dibongkar dan dikerjakan ulang” tegasnya.

Pos terkait